
- 28 Juli 2010. –
- “Hidup adalah strategi” ungkapan yang ingin aku terus patri dalam hidupku. Agar aku yang bodoh ini tetap bisa terjaga dalam kehidupan ini dan bersaing dengan orang-orang hebat. –
Hari ini hari yang cukup sulit bagiku, karena aku melakukan perjalanan selama kurang lebih 2 jam, dari Frankfurt am Main menuju Heidelberg, dengan kondisi tubuh yang lemah. Ya, kemarin aku bersama kerabat dan kakakku mengililingi Frankfurt. Sebuah penyambutan yang biasa dilakukan bagi peghuni baru seperti aku. Petualangan kemarin dimulai dari pukul 13.00, dimana aku mempunyai janji dengan kerabatku Rudi, rencananya kita akan bertemu di stastiun kereta di bandara (S-Bahn). Aku berangkat dari Frankfur Hbf (Hauptbahnhof).
12.30 aku sudah berada di stasiun bandara. Aku menghitung setiap menit yang berjalan, memang waktu menjad musuh disini, dimana orang-orang disini begitu menghargai waktu. Karena aku buanlah tipe orang yang tunduk dengan waktu.
Setiap S-Bahn yang berhenti aku berdiri, berharap kerabatku segera datang. Jam sudah menunjukkan 13.30, kerabatku belum juga tiba, atau mungkin dia telah tiba.
Lalu aku menuju bandara, melewati lorong bawah tanah dan menuju permukaan tanah, dan disambut dengan situasi yang begitu ramai. Aku mulai berjalan mengelilingi semua terminal keberangkatan waiting room, namun nihil. Kawan tau kenapa kami sangat ingin bertemu?karena pertemuan dengan kerabat di negeri asing adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Dimana kita dapat menikmati rasa rindu kita di tempat impian kita bersama.
Selama kurang lebih hampir tiga jam aku meneusuri setiap terminal keerangkatan, namun kami belum bertemu, dan akhirnya jam tiga tepat, aku memutuskan untuk pergi kembali ke Frankfurt Hbf.
15.40 aku sudah berada lagi di Frankfurt Hbf. Disini jarak sangat tidak berarti, orang dapat bepergian dengan mudah dan tepat waktu.
Aku mempunyai janji dengan kakakku sekitar pukul 5 sore. Dan akhirnya aku bertemu dengan seorang petualang juga, ya akhirnya dia datang. Dan segera kami berjalan kaki mengelilingi kota Frankfurt, dan berbincang-bincang mengenai banyak hal.
Sampai pada persimpangan di sebuah tempat, aku melihat lambang sebuah secret society (iLLuminati*****) dengan lambang seperti membentuk sebuah mata dan segitiga didalamnya. Mungkin ini hanya sebuah lambang dan benar-benar sebuah kebetulan (pikiran liar aku mulai bertanya-tanya tentang itu).
Dan akhirnya kami sampai di Dam, disana kami menemukan toko souvenir yang lumayan murah, dan aku membeli beberapa untuk aku bawa pulang, dan dia membeli beberapa baju. Kemudian kami menemukan sebuah Flohmarkt Buchhandlung, dan kami pun membeli beberapa buku.
Sebelumnya aku mengunjungi patung salah satu raja di sejarah kerajaan jerman. Dan hal ini yang aku didapat perkuliahan, dan sekarang itu seperti menjadi nyata.
Dan kami bertemu dengan kembu de marco, seorang yang harus dan wajib ditemui jika kawan ke Frankfurt. Dia tahu segala hal, dan aku bilang “mahar “Frankfurter Koenig”” .
Dan baru sekitar jam 12 malam kurang, aku, mahar dan seorang kerabat dari mahar sampai di rumah. Sekejap aku menutup mata ini, berharap aku baik-baik saja.
Dan akhirnya, disinilah aku, di kereta IC menunggu untuk bertemu dengan kerabat yang lain di Heidelberg.
- Tidak ada suatu kehinaan dalam hidup ini, selama kita mempunyai strategi untuk membuat itu berharga –
Bagus “xbagoyx”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar